24 Februari 2013

Untuk Cinta Dengan Doa

Antologi Puisi. Antologi Sastra Berduri, “Untuk Cinta Dengan Doa
Sebuah goresan pena klasik yang menjerit, sebagai antologi kehidupan dalam diri yang terlantun menjadi sebua syair berbentuk puisi.


“Untuk Cinta Dengan Doa”

Terkadang rindu menjadi ombak
yang menghalauku di saat lajuku,
juga rinduku.
--
“Untukmu... rinduku yang sampai detik ini
masih belum aku mengetahuinya.”
--
Kesempurnaan itu masih saja selalu terlintas dalam benak, juga penat
Seperti menggiringku ke suatu tempat
yang entah,
yang entah membuatku rasanya selalu takut dan gelisah,
yang membuatku pada akhirnya harus memikirkan semua itu di sana.
Ya, di malamku yang selalu dipenuhi sunyi menanti rasa-nya.

Demikian syair lagu indah, membuat cinta memahkotai sang Insan akan pesona keindahan
Atau seperti denting hujan di kala bintang dan rembulan
menghiasi ketulusan dua insan di syurga yang saling mencinta.

Rasa di rasanya. Aku tak pernah tahu, karena di rasaku,
sepertinya yang ada masih hanya akan selalu gelisah
Dan di rasaku, yang aku tahu rasanya seperti taburan debu yang menghantam ombak,
yang kemudian hilang,
lenyap,
atau seperti pohon
yang patah,
atau kering,
atau bahkan yang tandus,
yang akarnya tak mungkin lagi menyempurnakan kehidupan seperti sebelumnya.

Seperti rindu itu, doaku,
juga seperti doa itu
Untuk cinta,
untuk satu cinta yang masih juga belum aku tahu
di mana akhirnya aku kan berlabuh dengan setia...


Oleh: Fariz Huzairi, di Jakarta, 24 Februari 2013.
Antologi Puisi Sastra Berduri,  “Untuk Cinta Dengan Doa” merupakan ranngkaian puisi "Untuk Cinta yang Malu Karena Dunia" dalam kumpulan puisi Sastra Berduri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar