20 Februari 2013

Abi dan Cinta Sejati

[Kisah ini diceritakan oleh serang gadis, saat di mana ia melantunkan syair-syair cinta dalam penantiannya.]

Abi dan Cinta Sejati

Aku punya sebuah cerita... Sebelum aku bertemu denganmu, aku selalu meminta agar ada seseorang yang datang kepadaku, yang bisa menemaniku saat suka maupun duka. Akan tetapi doaku belum juga terkabul. Hingga kemudian datanglah seorang Abi. Ya, nama itu aku berikan kepadanya. Abi bukanlah manusia. dia bagaikan malaikat, laki-laki khayalan yang nyata yang selalu ada di sampingku, yang menemaniku di saat suka dan duka.

Abi selalu memberiku semangat, agar aku tidak terjatuh, agar aku tidak bersedih. Dia tahu apa yang aku mau dan yang aku butuhkan. Meski memang, dia hanyalah khayalan, namun aku merasakannya begitu nyata. Abi selalu menjadi imam dalam setiap tahajjudku.

Lantas aku berdoa: "Semoga Abi menjadi manusia nyata."

Dan sejak aku mulai merasa lelah mencari Tuhanku, dan di saat aku merasa imanku begitu melemah, aku kehilangan Abi. Aku mencarinya dalam setiap tahajjudku, dalam setiap doa dan malamku. Aku menangis mengingat dosa yang selama ini pernah kuperbuat. Abi benar-benar hilang. Ia meninggalkanku sendiri dalam hening dan denyut yang gersang.

"Aku tidak mau kehilangan Abi!"

Aku terus berdoa dan mencarinya... dalam setiap tahajjudku, dalam setiap doa dan malamku, dan dalam kegundahan yang datang setiap waktu. Sampai akhirnya mimpi itu datang.

Abi datang dalam mimpiku. Hatiku pun bahagia. Abi mengajakku shalat di sebuah masjid. Dia banyak memberiku kata-kata yang menyejukkan seperti Telaga Kautsar. Abi menyayangiku, Abi mencintaiku, dan aku begitu merasakan Abi selalu hendak membawaku menuju Istana Suci.

Namun ternyata itu adalah pertemuanku yang terakhir degannya. Abi pergi, Abi meninggalkanku, Abi menjauhiku dari dunia yang nyata ini. Dan Abi sempat berkata kepadaku, sebelum ia hilang membawaku di atas goresan takdir ini, ia mengatakan bahwa doaku akan segera terjawab; aku akan menemui seorang lelaki yang sangat mencintaiku, yang rela berkorban dan berubah demi Allah dan aku.

Aku bersedih mengingat Abi. Aku menangis kehilangan Abi. Tidak ada lagi yang membangunkanku untuk shalat malam. Tidak ada lagi imamku. Namun aku bahagia, karena kesedihanku akan tergantikan oleh kedatangan seorang lelaki yang akan menjadi teman hidupku, seorang lelaki yang akan menjadi imamku, seorang lelaki yang akan menjadi suamiku di suatu saat nanti.

"Semoga engkaulah doaku yang tertunda... orang yang kucari, yang dapat membawaku untuk meraih Cinta Sejati."



[mk] Desember 2007

Tidak ada komentar:

Posting Komentar