20 April 2013

Doa Untuk Ibu


Entahlah berapa lama lagi
Kuhitung tahun dan hari-hari kulalui
Gemerlapnya dunia hiburku sepi
Sepi, aku sendiri

Aku sendiri lelah menanti
Tuhan beri aku pinta
Tuhan beri aku segala
Tapi Tuhan selalu memberi

Sedang aku, selalu meminta
Sepintas lupa tak luput di hamba
Hamba...

Pinta dan doa...
Pinta adalah doa
Pinta adalah harapan
Cinta yang selalu merasa untuk hidup, dari Tuhan

Meski aku merintih,
Meski aku menangis,
Dan meski aku tanpanya, ku selalu memanggil namanya,
“Ibu... Semoga engkau selalu bersamaNya”



Jakarta, 20 April 2013
Fariz Huzairi

7 komentar:

  1. bagus puisinya dalem kata2nya keren gan

    BalasHapus
  2. Ibu memang selalu luar biasa, bahkan dari setiap aksara yang menggambarkannya dalam sebuah sajak.. :D

    BalasHapus
  3. Wonderful work! you could try this out This is the type of information that should be shared around the internet. YOURURL.com Shame on Google for not positioning this post higher! Come on over and visit my web site . Thanks =) advice

    BalasHapus
  4. Wah Gan ,, puisi tentang Ibunya ,, keren Gan ;)

    BalasHapus
  5. Ane suka banget dengan kata-kata yang ini Gan : Cinta yang selalu merasa untuk hidup, dari Tuhan

    BalasHapus
  6. Tanpa seorang Ibu, hidup kita pasti Gelap :(

    BalasHapus