18 Februari 2013

Di Tanah Gersang Musim

Ketika tanah gersang oleh musim, aku tiba di pintu
desa kelahiranku. Berjalan
mendatari pasir dan kabut debu
membawakan mimpi yang usai dicetak
untuk Ibu.

Dari rantau panjang aku kembali
Di bawah kibar awan kemarau, tak tahan
rindu mengajakku berlari,sambil memaki sungai pasang yang keruh
Angin terasa turun dari pelayarannya
dan aroma terik hening tiba-tiba

Warga tergagap berhambur tak karuan, seketika
di sungai pasang air meluap
meloncat-loncat ke tanah,
membunuh debu-debu, tanpa tatakrama
bertamu ke dalam rumah-rumah

“Air lepas dari ibunya!”
Dari timur datangnya arus menyelinap
Semakin kencang saja aku berlari! Mencari Ibu,
melawan arus yang datang mengombak
dan gelap…



[fh]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar