10 Maret 2013

Ketika Hanya Takdir yang Menjawab

KETIKA HANYA TAKDIR YANG MENJAWAB

untuk mereka yang selalu bertanya, mengapa

hujan tak mau jatuh, meski rapuh
di langit ditikam kegelapan
dihitung resah tak juga terlukiskan
berat asa kami terjatuh

ladang-ladang kami kering, juga sumur
pun sungai menjadi penyakit
“Tuhan, di mana kuasa-Mu
dan jelaskan pada kami apa yang sedang Kau perbuat?”

akhirnya kami tak lagi bicara tentang apa yang terjadi,
sebab kami tak mengerti
dan kami tak lagi berusaha untuk apa yang kami
butuhkan, sebab kami semakin tak mengerti

diam-diam kami kali ini, dalam hilang
asa kepada-Mu:
“Tuhan, pengajarankah bagi kami
agar kami dapat mengerti?



fariz huzairi

2 komentar:

  1. subhanallah,,,jadi terharu nih gan,,,huhuhuh

    BalasHapus
  2. Puisi yg indah. Sy ingat samar-samar: bahwasanya kerusakan yg terjadi di bumi ini tak lain krn tangan manusia sendiri...

    BalasHapus