KETIKA HANYA TAKDIR YANG MENJAWAB
untuk mereka yang selalu bertanya, mengapa
hujan tak mau jatuh, meski rapuh
di langit ditikam kegelapan
dihitung resah tak juga terlukiskan
berat asa kami terjatuh
ladang-ladang kami kering, juga sumur
pun sungai menjadi penyakit
“Tuhan, di mana kuasa-Mu
dan jelaskan pada kami apa yang sedang Kau perbuat?”
akhirnya kami tak lagi bicara tentang apa yang terjadi,
sebab kami tak mengerti
dan kami tak lagi berusaha untuk apa yang kami
butuhkan, sebab kami semakin tak mengerti
diam-diam kami kali ini, dalam hilang
asa kepada-Mu:
“Tuhan, pengajarankah bagi kami
agar kami dapat mengerti?
fariz huzairi
untuk mereka yang selalu bertanya, mengapa
hujan tak mau jatuh, meski rapuh
di langit ditikam kegelapan
dihitung resah tak juga terlukiskan
berat asa kami terjatuh
ladang-ladang kami kering, juga sumur
pun sungai menjadi penyakit
“Tuhan, di mana kuasa-Mu
dan jelaskan pada kami apa yang sedang Kau perbuat?”
akhirnya kami tak lagi bicara tentang apa yang terjadi,
sebab kami tak mengerti
dan kami tak lagi berusaha untuk apa yang kami
butuhkan, sebab kami semakin tak mengerti
diam-diam kami kali ini, dalam hilang
asa kepada-Mu:
“Tuhan, pengajarankah bagi kami
agar kami dapat mengerti?
fariz huzairi
subhanallah,,,jadi terharu nih gan,,,huhuhuh
BalasHapusPuisi yg indah. Sy ingat samar-samar: bahwasanya kerusakan yg terjadi di bumi ini tak lain krn tangan manusia sendiri...
BalasHapus