Puisi Ketika Kabar Duka Membunuh Malam Pertama
Karya Pena Sastra Berduri Indoesia
telah habis terhapus senja
terpupuk rindu, cintaku
setelah sang mentari garang kunikmati lara
di langit sendu menatapku
kasih,
sesungguhnya bulan purnama itu ada
dan malam senantiasa bersenandung
di syahdunya senyuman
di tepian rindu yang hampir berkilauan
semua itu ada!
di indahanya kisah yang kini berakhir, seketika
kasih,
bukan malam pertama yang kunikmati kini
pun sang rembulan, tak kuasa bersinar untukku
sebab ragamu kini tak lagi menyimpan jiwa
[fh] 13 April 2010
Ketika Kabar Duka Membunuh Malam Pertama
Karya Pena Sastra Berduri Indoesia
Karya Pena Sastra Berduri Indoesia
telah habis terhapus senja
terpupuk rindu, cintaku
setelah sang mentari garang kunikmati lara
di langit sendu menatapku
kasih,
sesungguhnya bulan purnama itu ada
dan malam senantiasa bersenandung
di syahdunya senyuman
di tepian rindu yang hampir berkilauan
semua itu ada!
di indahanya kisah yang kini berakhir, seketika
kasih,
bukan malam pertama yang kunikmati kini
pun sang rembulan, tak kuasa bersinar untukku
sebab ragamu kini tak lagi menyimpan jiwa
[fh] 13 April 2010
Ketika Kabar Duka Membunuh Malam Pertama
Karya Pena Sastra Berduri Indoesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar