Puisi Terlampau Merindukanmu, Ayah
Karya Pena Sastra Berduri Indonesia
bergetar tubuhku di teriknya waktu
bergemuruh rindu kubaca seorang diri, memburu
menatap angin yang sunyi berhalang
di antara dua ruang
bahkan lebih
di sudut malam yang hanya nampak angan mati
di sepasang semangat dan sisa-sisa mimpi
di mana? tak berteriak engkau di telingaku, juga tak berkibar
langkahmu tak menyuarakan hidupku. Ayah...
engkau di mana, Ayah? Dengar!
Bayimu kini telah dewasa
maka pulanglah
menderu dingin dengan hangatmu
meski di sepertiga malamku yang hampir habis
dan bacalah sisa-sisa air mataku!
Terlampau Merindukanmu, Ayah
Karya Pena Sastra Berduri Indonesia
[fh] 9 April 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar