16 Februari 2013

Semangat dan Kerja Keras

semangat kerja keras
[image from ceritatradisi]
 SastraBerduri: Jakarta, 15 Februari 2013
"Hidup itu sulit!" Bisa jadi ini adalah sugesti yang sedikit banyaknya menjadi pengaruh dalam hidup kita, terutama saat kita hendak melakukan sesuatu. Karena kekacauan di dalam pikiran lebih rentan menghancurkan banyak usaha dan seringkali banyak menimbulkan kegagalan dibandingkan kekacauan secara zahir. Misalkan saja, ketika kita hendak mecari buah apel ke suatu rawa yang sangat luas di mana harus melewati banyak pepohonan liar dan belum lagi harus mencari pohon apel itu yang hanya ada beberapa pohon saja. Jika kita memiliki pemikiran bahwa untuk mendapatkan buah apel itu sulit, maka sudah dapat dipastikan kesabaran kita yang akan melemah.

Mengapa kesabaran?

Kesabaran bisa diartikan sebagai sikap yang menahan diri dari emosi batin mau pun emosi zahir (lelah atau kesal akibat keadaan tertentu yang menyudutkan). Kesabaran tentu saja sangat diperlukan, dalam hal apa pun! Karena, tanpa kesabaran kita tidak akan mampu melawan diri dari hawa nafsu ataupun emosi sekecil apa pun itu. Dan sudah bisa dipastikan pula, apa pun usaha yang kita lakukan, jika tanpa kesabaran maka sedikit banyaknya kita akan mengalami tekanan yang membuat tekanan darah menjadi naik dan jalan pikiran serta emosi menjadi tidak stabil.

Perlu diperhatikan, pada saat hendak melakukan suatu usaha maka pertama kali yang harus dilakukan ialah mencari tahu sedalam apa usaha yang akan dilakukan serta sebesar apa resiko yang akan dihadapi. Setelah itu mampu kita pikirkan, maka selanjutnya tinggal kita berusaha untuk meyakini bahwa usaha yang telah kita pikirkan tersebut mampu kita usahakan hingga tuntas. Ingat, hingga tuntas!

Saya amat menyukai sebuah syair yang dinyanyikan oleh Iwan Fals, bahwa "Tujuan itu bukanlah yang utama, melainkan jalannya yang harus diutamakan." Dan memang benar pada kenyataannya bahwa tujuan itu bukanlah apa-apa jika dibanding dengan usaha yang kita lakukan. Meski memang kerapkali tujuan atau hasil yang menjadi hal pokok, namun ada hal yang lebih utama dan lebih pokok, yakni usaha itu sendiri (jalannya).

Secara logika pun, tujuan atau hasil itu memang bergantung pada apa yang kita lakukan; pada seberapa keras usaha yang kita lakukan; pada seberapa besar pengorbanan yang kita pertaruhkan, dan seberapa nilai yang kita jual pada satu pengorbanan. Tentu usaha dan kerja keras ini yang akan mendekati atau sampai pada satu tujuan tertentu, seberapa besar pun hasilnya itu. Jalan akansangat mempengaruhi atas apa yang kita tuju dan kita inginkan.

Pada intinya, buatlah selalu sugesti positif  sebagaimana kita acapkali memberikan support atau semangat kepada orang lain. Karena tujuan dan hasil itu bergantung pada usaha kita sendiri dalam memperjuangkan dan mengusahakannya.



Demikian catatan singkat ini. Semoga sedkit atau banyaknya bisa dijadikan bahan tafakur (berpiikir merenungkan diri).

Salam,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar