Inilah sebuah Anugerah, Sebuah Pengantar Kehidupan Besar!
Kehidupan besar!
Rahasia yang mengagumkan! Ketika setiap anak menyadari apa yang telah dialaminya selama ini(?); atas apa yang telah didapatkannya sejauh ini(?), dan atas apa yang telah diperbuat dan dilakukan serta diusahakannya hingga seusia kini(?); maka untuk apa serta kepada siapa akhir tujuan hidupnya itu diberikan(?).
Inilah kehidupan yang penuh dengan mistik --bagi beberapa orang yang mempercayainya sebagai keajaiban belaka, mistik tidaklah berarti apa-apa selain prasangka dan fanatisme-- di atas moral yang logis dan berlapis kemanusiaan serta ketuhanan yang nyata!
Maka saya mengatakan bahwa kehidupan ini amatlah rasional, tak cukup hanya dengan akal dan logika.
Seperti kehidupan yang sebelumnya saya rasakan yang sangatlah penuh dengan keterbatasan, ternyata memiliki keluasan yang tiada batasnya ketika saya dapat berinteraksi dan berbagi melalui blog ini. Sebuah nikmat yang luar biasa, sebagai karunia dari Sang Pencipta, tiada lain agar kita selalu saling menjaga kehidupan sosial di atas individu sebagai makhluk manusia yang memang tidak memiliki kesempurnaan kecuali dengan cara saling melengkapi demi memenuhi seperangkat kebutuhan dasar untuk melakukan hidup dan terus memahat diri hingga mendapatkan hari esok yang kita inginkan sebaik mungkin: Itulah sekiranya yang menurut saya dinamakan Nilai Sejati!
![]() |
| Sastra Berduri, Sebuah Pengantar Kehidupan Besar |
Lentera yang terang dan yang terkadang meredup....
Logika yang seringkali dibanggakan oleh seseorang dan sebagian banyak orang ternyata tak membendung akal untuk masuk lebih dalam, yakni melalui rasio yang kita bawa sejak lahir yang ternyata selalu menangkap kesalahan dan kekurangan atas apa yang terlihat sebagai hal yang mengagumkan yang dicipta manusia. Namun sebagaimana kebijaksanaan yang telah Tuhan berikan kepada Manusia terpilih, juga kepada makhluk seluruhnya, bahwa harga dan nilai itu sejatinya adalah untuk dihargai bukan untuk dimunafikkan. Maka itu mustahil jika hasrat tak dapat ditahan, dan jika nurani tak dapat dipergunakan menyertai kesabaran dan kemampuan yang mapan, sebab anak manusia sama dilahirkan dan sama saling bertautan: sebagai rantai kehidupan yang mempertautkan masa yang satu dengan masa berikutnya, antara jaman yang satu dengan jaman selanjutnya, dan antara kehidupan di dunia dengan kehidupan setelah kematian seluruhnya. Inilah Kebijaksanaan Besar: kebijaksanaan untuk saling menghargai, kebijaksanan untuk saling menyadari, serta kebijaksanaan untuk yang tiada pernah mendapat kesempuranaan, di mana hanya jiwa itulah yang tunduk dan patuh pada kekekalan abadi --keabadian atas izin Sang Pemilik kebijaksanaan dan kematian-- baik maupun buruk akhirnya manusia itu.
Dan akhirnya... hanya kepada Sang Penciptalah, penulis tunduk dan mengabdi, seraya memohon pertolongannya agar senantiasa selalu dipertemukan dengan pembaca dan sekawanan manusia yang selalu ingin memperbaiki nilainya tanpa pilih kasih atau membeda-bedakan sesama manusia.
Sastra Berduri, Sebuah Pengantar Kehidupan Besar
[fariz huzairi] Jakarta, 10 februari 2013

Tidak ada komentar:
Posting Komentar